Benjamin Handradjasa

Pria yang menghabiskan tiga belas tahun karirnya di dunia accounting dan finance ini, mengungkapkan bahwa, "My first challenge is try to earn trust and respect from my sales team." Kedua hal itulah yang pertama ia raih ketika ditantang keluar dari zona amannya, dalam dunia accounting dan finance, untuk masuk ke dalam salah satu perusahaan produk olah raga terbesar di Indonesia.

Meskipun mengaku kaget, Ben perlahan mulai membuktikan kemampuannya memimpin Adidas Indonesia, yang notabene merupakan dunia bisnis baru baginya. Setelah mendapatkan kepercayaan dalam memimpin timnya, Ben meraih keyakinan dari konsumen yang menjadi target pasar.

Ben juga mengungkapkan strategi yang diterapkan dalam meraih kepercayaan konsumennya dengan sederhana. "Strategi pemasaran sederhana adalah mengetahui apa yang konsumen inginkan," demikian ungkapnya.

Sedangkan untuk menghadapi persaingan, ben mengatakan, "Yang dibutuhkan dalam menghadapi persaingan adalah fokus pada suatu kategori produk", ungkap Ben.

Ketika menjelaskan tentang seperti apa tujuan korporasi yang dipimpinnya, Ben menjawab, "Adidas bertanggungjawab men-deliver teknologi dan inovasi kepada masyarakat", Ben juga menjelaskan karakteristik produknya, "Adidas is very performance oriented," jelasnya.

Ben sempat mengatakan caranya menikmati pekerjaannya yang sekarang, agar dapat membawa brand yang menjadi tanggungjawabnya. "Jika kita melakukan pekerjaan dengan fun & passion maka kita dapat menikmatinya. Integritas sangat penting untuk mendorong suatu brand ke arah yg lebih baik," demikian ungkap Ben.

"Saya belajar dengan cara learning by listening, untuk menyerap semua hal baru," ungkap Ben menjelaskan caranya belajar menguasai bidang pekerjaannya kini.

"Saya mendefinisikan diri saya sebagai pemimpin cukup yang kasual & unorthodox. Pemimpin ideal harus walk the talk, manage expectation dan mudah didekati,"  demikian ungkap Ben menjelaskan gaya kepemimpinannya dalam PT Adidas Indonesia.

© 2018 InspiraSpeakers. All Rights Reserved. Privacy Policy.